Teddy Bear

Teddy Bear

Jumat, 05 April 2013

Laporan Praktikum Osmosis dan Difusi


Laporan Praktikum Biologi
Osmosis dan Difusi

“menguji adanya peristiwa osmosis pada kentang dan difusi pada teh celup”

Fathimah Sholihah XI IPA 2
1/1/2012
Guru pendamping: Yuni Hartati






 

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bila kita memperhatikan kehidupan disekitar kita yang begitu luas ini, pastinya tidak terlepas dari pengetahuan tentang hirarki Biologi. Dalam ilmu biologi , sel merupakan unit terkecil yang dapat melakukan aktivitas kehidupan. Seperti kita tahu, bahwa didalam organisme terdapat alat transport yang mampu mengatur organisme lainnya . Hal itu sering dikenal dengan Transpor zat. seperti tumbuhan,transport zat dilakuakan untuk mendistribusikan energy yang mereka dapatkan dari alam.
Transpor zat terbagi menjadi 2, yakni transport zat aktif dan pasif. dalam percobaan ini, lebih ditekankan kepada transport zat pasif yang terdiri dari osmosis dan difusi.
Osmosis adalah pergerakan molekul air dari larutan dengan konsentrasi air lebih tinggi (potensila air lebih besar) menuju larutan dengan konsentrasi air lebih rendah (potensial air lebih kecil) melalui membrane semipermeabel.
Difusi adalah perpindahan zat (gas,cair, dan padat) dari larutan berkadar tinggi ke larutan berkadar rendah tanpa bantuan energy, hingga dicapai larutan yang kadarnya sama.
Nah, percobaan ini dilakuakan guna memperlihatkan adanya peristiwa osmosis dan difusi dalam kehidupan sehari-hari, meskipun peristiwa tersebut hadir tanpa kita sadari.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Pada menit keberapa terbentuk larutan isotonis air the?
2.      Apa yang terjadi pada kentang  1 (yang direndam air biasa), kentang 2 (yang direndam 10% garam) serta kentang 3 (yang direndam 50% garam)?
Mengapa demikian?
3.      Jelaskan proses yang terjadi pada percobaan no. 1 dan 2?
4.      Buatlah kesimpulan dari percobaan ini?

1.3  Tujuan Percobaan
Percobaan ini dilakuakan guna mengetahui lebih jauh mengenai peristiwa osmosis dan difusi beserta perbedaan dari keduanya agar kami dapat lebih memahami bahwa benar adanya peristiwa osmosis dan difusi dalam kehiduan sehari-hari.

1.4  Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 8 Tangerang
Waktu  : Rabu , 29 Agustus 2012

BAB II
LANDASAN TEORI
Pada membran sel terikat protein yang menembus maupun yang berada di luar permukaan. Pernyataan ini berdasarkan atas penemuan S.J Jinger dan G. Nicholson pada tahun 1972 tentang teori membran yang dikenal sebagai model mozaik fluid. Dengan melihat struktur seperti yang disebutkan di atas, membran bukan hanya sebagai pembatas suatu sel, tetapi lebih kompleks lagi karena membran memiliki kegunaan lain seperti berperan dalam lalu lintas keluar masuknya sel.
Transportasi molekul yang menuruni gradien konsentrasi disebut dengan transportasi pasif, sedangkan transportasi molekul yang melawan gradien konsentrasi disebut transportasi aktif. Molekul-molekul yang berukuran besar dalam proses transportasinya melibatkan pelekukan membran sel sehingga membentuk suatu vesikula. Transportasi aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis. Adapun transpor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
Transpor pada membran tergantung pada ukuran molekul dan konsep zat yang melewati membran sel tersebut molekul-molekul yang berukuran kecil dapat melalui membran sel dengan dua cara, yaitu:
· Dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, atau bisa juga
· Menuruni gradien konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

BAB III
HASIL EKSPERIMEN
   3.1 Alat dan Bahan
     Alat:
1.      Pisau
2.      Pengaduk
3.      Neraca
4.      Labu Erlenmeyer (4 buah)
5.      Stopwatch
         Bahan:
1.      Teh celup (1 buah)
2.      Kentang (1 buah)
3.      Garam (1 bungkus)
    3.2 Cara Kerja
                     Percobaan pertama:
1.       Siapkan Labu Erlenmeyer, kemudian isi  dengan 150 ml air
2.      Masukan teh celup, dan mulai hitung dengan stopwatch.
3.      Diamkan sampai larutan tercampur , tanpa diaduk.

                      Percobaan kedua
1.      Siapkan 3 buah labu Erlenmeyer, kemudian isi dengan air. Labu Erlenmeyer pertama isi dengan 150 ml air sedangkan yang kedua dan ketiga cukup 100 ml air.
2.      Potong kentang menjadi 3 bagian, kemudian timbang masing masing potongan kentang dan catat hasilnya.
3.      Masukan 10% garam kedalam labu Erlenmeyer kedua, dan 50% garam   kedalam labu Erlenmeyer ketiga. Kemudian aduk keduanya hingga rata.
4.      Masukkan potongan kentang kemasing-masing gelas, diamkan kurang lebih sampai 15 menit.
5.      Angkat kentang dari rendaman , kemudian timbang kembali masing-masing kentang dengan neraca.
   3.3 Hasil Pengamatan
Percobaan pertama:
Tanpa diaduk , dengan sendirinya teh celup dapat tercampur dengan air meskipun dengan waktu yang lebih lama. Proses pencampuran antara teh celup dan air membutuhkan waktu 39:07 menit.
Percobaan kedua:
NO
JENIS LARUTAN
BERAT KENTANG
SEBELUM PERCOBAAN
SESUDAH PERCOBAAN
1
AIR BIASA
14,1 gr
14,4 gr
2
LARUTAN GARAM 10%
16,3 gr
14,9 gr
3
LARUTAN GARAM 50%
14,6 gr
13,0 gr

3.4  Pertanyaan dan Jawaban
a.      Pada menit keberapa terbentuk larutan isotonis air teh?
                Larutan istonis air teh terbentuk pada menit ke 39:07 menit.
b.      Apa yang terjadi pada kentang ke 1, II dan III?
                Kentang ke 1: pada kentang pertama yang direndam dengan air biasa , mengalami     peristiwa osmosis dimana kandungan air yang ada diluar kentang lebih besar sehingga air cenderung masuk dan menyebabkan berat kentang bertambah (hipotonis).
                 Kentang ke 2 dan ke 3: pada kentang kedua dan ketiga juga mengalami peristiwa osmosis dimana kandungan air pada kentang lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan berat kentang berkurang (hipertonis).
c.       Jelaskan proses yang terjadi pada percobaan 1 dan 2?
                  Pada percobaan 1, terjadi peristiwa difusi dimana terjadi perpindahan zat dari larutan yang memiliki konsentrasi air rendah (hipertonis) ke larutan yang konsentrasi airnya  tinggi  (hipotonis) yakni air berperan sebagai hipotonis sedangkan teh celup sebagai hipertonis sehingga menghasilkan air teh sebagai isotonis.
                Pada percobaan 2 : yakni ketiga kentang mengalami proses osmosis dimana terjadi perpindahan zat dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi (hipotonis) ke larutan yang konsentrasi airnya rendah (hipertonis). Dalam hal ini pada kentang pertama air berperan sebagai hipotonis dan kentang sebagai hipertonis. Sedangkan pada kentang ke II dan ke III, larutan garam berperan sebagai hipertonis sedangkan kentang sebagai hipotonis.

BAB 1V
          PENUTUP
4.1  Kesimpulan
·         Adanya proses Transpor zat dengan difusi dan osmosis dalam kehidupan sehari-hari.
·         Proses difusi merupakan perpindahan zat dari yang konsentrasi airnya rendah (hipertonis) ke larutan yang konsentrasi airnya tinggi (hipotonis).
·         Proses osmosis merupakan perpindahan zat dari yang konsentrasi airnya tinggi (hipotonis) ke larutan yang konsentrasi airnya rendah (hipertonis).
4.2   Saran
      Harapan saya, percobaan atau praktek biologi semacam ini terus diadakan guna membantu siswa semakin mengenal alat-alat yang ada di laboratorium sehingga tidak asing ketika berjumpa dengan alat tersebut, selain itu praktek seperti ini juga membuat siswa mengerti konsep biologi bukan hanya berdasarkan teori namun juga secara praktek.

4.3  Daftar pusaka  
Diah Aryulina Ph.D., dkk.2006.Biology for senior high school grade XI semester 1:esis.
kaoruandhimura.wordpress.com/2008/12/01/difusi-osmosis/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar